Loading...

Senin, 26 Desember 2011


BAB II
PERUSAHAAN dan LINGKUNGAN PERUSAHAAN

I.        Pengertian perusahaan
Pengertian atau definisi Perusahaan ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena ‘ kebutuhan ‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses ‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah ‘ tempat melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia. Untuk menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan memerlukan bahan – bahan dan faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan pembantu, peralatan dan tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan pembantu serta tenaga kerja dikeluarkan sejumlah biaya yang disebut biaya. Produksi Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.

II.        Tempat kedudukan dan Letak perusahaan
Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahaan akan memberikan bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan kemudahan-kemudahannya yang diberikan maupun dalam kaitannya dengan efisiensi biaya produksi. Dengan demikian tempat dan letak kedudukan perusahaan harus diputuskan dengan hati-hati atas dasar fakta yang lengkap, ditinjau dari aspek ekonomi dan aspek teknis. Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Pada umumnya dipengaruhi oleh faktor lancarnya hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya. Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik.
Ø Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah :
·         harga bahan mentah/bahan pembantu
·         tingkat upah buruh
·         tanah
·         pajak
·         tingkat bunga
·         biaya alat produksi tahan lama
·         biaya atas jasa pihak ketiga
Ø Jenis-jenis letak perusahaan
1.     Terikat keadaan alam, Letak perusahaan yang terikat pada alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. contoh, perusahaan pertambangan timah di Indonesia seperti Aneka Tambang (Persero), PT (Production) Associated Group Aneka Tambang, PT Adiabara Bansatra, PT (Exploration) Associated GroupAdia Group, Abdi Sarana Nusa, PT (Exploration). Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di Puncak karena iklimnya yang mendukung, dan sebagainya.
2.     Terikat Keadaan Alam Letak perusahaan yang terikat pada alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. contoh, perusahaan pertambangan timah di Indonesia seperti Aneka Tambang (Persero), PT (Production) Associated Group Aneka Tambang, PT Adiabara Bansatra, PT (Exploration) Associated GroupAdia Group, Abdi Sarana Nusa, PT (Exploration). Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di Puncak karena iklimnya yang mendukung, dan sebagainya.
3.  Terikat Sejarah Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Contoh, perusahaan batik hanya didirikan di Yogyakartaseperti Luwes Putra Batik & Handicraft, Rizki Ayu Batik [Factory],
4. Ditetapkan oleh Pemerintah, Dalam hal ini letak perusahaan ditentukan oleh pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya. Contohnya, letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan di lokasi yang agak terisolir dari masyarakat sekitar dengan harapan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mengganggu masyarakat, ataupun bilamana pada suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap perusahaan tersebut, dampaknya dpat ditekan serendah mungkin.Contoh perusahaan bahan kimia di Indonesia, seperti PT Aneka Kimia Inti, PT. WINADE WAHYUMAS.

5. Dipengaruhi oleh Faktor-faktor Ekonomi, Faktor-faktor yang berpengaruh penting dalam kaitannya dengan pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri yaitu :
·  Ketersediaan bahan mentah memungkinkan kesinambungan aktivitas perusahaan, karena tanpa bahan baku perusahaan tidak mungkin dapat bekerja. 
·     Ketersediaan tenaga air merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam mendukung kelancaran aktivitasnya disamping dapat berfungsi sebagai pembangkit listrik yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan. 
· Ketersediaan tenaga kerja yang melimpah dan murah merupakan pendukung faktor produksi variabel. Semakin murah tenaga kerja yang tersedia semakin rendah biaya produksi persatuan output yang dihasilkan perusahaan. Bila kelimpahan tenaga kerja tersebut diimbangi dengan  keahlian yang memadai, perusahaan akan semakin mampu bersaing, baik dalam hal harga maupun kualitas produk yang dihasilkan.
·  Ketersediaan modal sangat mendukungnya perkembangan investasi. Perusahaan yang membutuhkan dukungan modal besar untuk perkembangannya, akan sangat memperhitungkan penawaran modal dengan bunga rendah. 
· Transportasi berpengaruh besar dalam pendistribusian produk. Kelancaran transportasi juga menjamin kelancaran pasokan bahan baku ke lokasi perusahaan.
·        Kedekatan pasar merupakan faktor yang sangat memudahkan terserapnya produk yang dihasilkan perusahaan. 
·     Kesesuaian iklim tidak hanya berpengaruh pada kesinambungan produksi, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan buruh yang bekerja di perusahaan. Disamping itu perlu dipertimbangkan pengaruh iklim terhadap ketahanan barang-barang modal, karena terkait dengan biaya penyusutan barang-barang modal yang pada akhirnya akan mempengaruhi biaya produksi.

III.        Perusahaan dan lembaga sosial
adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat jadi bukan untuk mencapai keuntungan maximal tapi juga mempunyai tujuan membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.
v      Tujuan Pendirian Perusahaan Di badakan menjadi 2, yaitu :
- Tujuan ekonomis Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
-   Tujuan social Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, factor-faktor produksi, maupun masyarakat luas. 

Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
v  Perusahaan Sebagai Suatu Sistem System adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsungdalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu system karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab social.
1.     Kepada pemilik modal => pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
2.     Kepada lembaga peneliti => membantu pendanaan.
3.     Kepada pekerja => membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
4.     Kepada konsumen => menyediakan B&J yang bagus.
5.      Kepada pemerintah => membayar pajak.
v   Sifat Sistem Perusahaan Ada beberapa sifat : Kompleks Sebagai suatu kesatuan unit, Sifatnya beragam, Saling tergantung dan Dinamis
v Fungsi-fungsi Perusahaan Ada 2 fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
-          Fungsi operasi Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia
-  fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan uu
-          fungsi operasi penunjang.
-       Fungsi manajemen Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian. Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
v Ciri-ciri Perusahaan Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali. Ciri umumnya : Operatif Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa. Koordinatif Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Regular Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju. Dinamis Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan. Formal Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian, Lokasi Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas. Pelayanan Bersyarat Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
v Lingkungan Perusahaan Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
1.     Lingkungan Eksternal Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
a.      Lingkungan eksternal makro Adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh : Keadaan alam => SDA, lingkungan. Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada => menciptakan. Hukum Perekonomian Pendidikan dan kebudayaan Social dan budaya Kependudukan Hubungan internasional.
b.     Lingkungan eksternal mikro Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh : Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan. Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen. Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll. Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
2.    Lingkungan Internal Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contoh : Tenaga kerja Peralatan dan mesin Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana) Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

IV. Berbagai Macam lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap  perusahaan
lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yangmempengaruhi individu, perusahaan dan masyarakat.Faktor – faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek – aspek ekonomi, sosial, dan ekologi/fisik. Masing – masing faktor saling menunjang dan saling mempengaruhi.
v       PERUSAHAAN DALAM MASYARAKAT YANG PLURALISTIK.
Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang di tawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangatberpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut. Olehkarena itu, perusahaan harus menjaga hubungan baik dengan kelompokatau pihak – pihak yang berkepentingan. Masyarakat Pluralistik adalah kombinasi dari berbagai kelompok yangmempengaruhi lingkungan perusahaaa. Pluralisme mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan berbagai organisasi. Lingkungan perusahaan di bagi dlam duamacam, yaitu:
-     Mikro ( Internal )Adalah lingkungan dapat mempengaruhi perusahaan dan perusahaandapat pula mempengaruhi lingkungan.
- Makro ( Eksternal )Adalah lingkungan dapat mempengaruhi perusahaan,tetapiperusahaan tidak dapat mempengarihu lingkungan. Contoh struktur makro dalam bidang pemasaran, Pemasok.

v   Demogrfi adalah ilmu yang mempelajari tentang kependudukan ( jeniskelamin, umur, tempat tinggal dan sebagainya ).Contohnya perkembangan demografi terdapat di Amerika serikat.Perkembangan populasi di Amerika serikat secara dramatis adalahperkembangan kaum lanjut usia. Segmen pertumbuhan yang paling cepatadalah mereka yang berusia di atas 80 tahun. Kelompok ini menghabiskandana pemerintah paling besar, jumlahnya di perkirakan mencapai $10.000/orang/ tahun.Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam ( tanah dn sebgainya )
 
Untuk mencapai tujuan ekonomi makro, sebagai sarannya di gunakan duakebijaksanaan, yaitu: kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter.
1. Kebijaksanaan fiscal, Adalah untuk mempengaruhi permintan dengan meningkatkan pajak( mengurangi permintaaan ) atau meningkatkan pengeluaranpemerintah ( meningkatkan permintaan )Suatu negara pada umumnya mempunyai tiga tujuan ekonomi makro,yaitu pertumbuhan ekonomi, ketersediaan lapangan kerja danstabilitas harga. Adalah Pertumbuhan ekonomiAdalah perkembangan dalam produksi barang dan jasa. Lebih banyakdi produksi , lebih tinggi standar kehidupan suatu Negara. Ad2, Ketersediaan lapangan kerja Tersedianya lapangan pekerjaan atau peluang kerja bagi setiap orangyang menginginkan untuk bekerja merupakan salah satu tujuanekonomi makro.  Ad3, Stabilitas harga Tujuannya adalah untuk menjaga gerak naik harga yang disebutdengan
INFLASI.KESAN NEGATIVE TENTANG PERUSAHAAN
Banyak masalah yang menciptakan kesan negative tentang perusahaan,antara lain:
-          Menyangkut penyelewengan pajak.
-          Penyelundupan barang.
-          Penyogokan kepada pejabat pemerintah.
-          Periklanan yang menipu
-          Kebocoran pabrik yang berbahaya.
-          Pembayaran – pembayaran yang tidak legal
v       USAHA – USAHA UNTUK MEMPERBAIKI KESAN NEGATIVE
Untuk memperbaiki adanya kesan – kesan negative dari masyarakatterhadap perusahaan, tentunya poerusahaan harus tidak menciptakanmasalah – masalah negative serta perlu melaksanakan kegiatan hubunganmasyarakat ( HUMAS ) yang efektif.Kegiatan HUMAS yang baik harus dapat melaksanakan dua arah yang serasiantara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat, bukan hanyapropaganda saja.
v      LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DANPERPAJAKAN
1.     Alasan – alasan bagi meningkatnya pengeluaran pemerintah, Alasan – alasan pemerintah untuk menaikkan pajak adalah untukmembiayai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnyapengeluaran pemerintah ini merupakan suatu tendensi yang mungkinmenyebabkan naiknya laju pertumbuhan urbanisasi pertambahanpenduduk dan permintaan masyarakat serta untuk pertahanannegara.
2. Penerimaan dan pengeluaran pemerintah, Apabila pengeluaran pemerintah lebih besar dari penghasilannya makaakan terjadi defisit. Untuk menutup defisit ini dapatlah di lakukanpinjaman kepada bank – bank. Jumlah uang yang di pinjam dengancara ini disebut utang negara.Beberapa macam pajak yang di kenakan pemerintah antara lain:a.Pajak tidaklansungContoh: dapat di kenakan atas barang seperti: rokok, tembakau,minuman keras dan lain – lain. Pajak tersebut disebut PajakPenjualan ( PPn )b.Pajak lansungDikatakan pajak lansung karena lansung di kenakan/ di pungut padapembayaran pajak. Yang di golongkan pajak lansung adalah Pajakpendapatan ( PPd ), Pajak perseroan ( PPs ) dan Pajak dividen.Secara keseluruhan penerimaan pemerintah dapat diperoleh dari:
-    Penerimaan dalam negeri, Meliputi: Pajak lansung, Pajak tidak lansung, Penerimaan pajak danpenerimaan bukan pajak. Penerimaan bukan pajak ini meliputi:denda – denda, iuran, retribusi, hasil lelang dan sebagainya.
-  Penerimaan pembangunanMeliputi: Bantuan program dan Bantuan proyek.Secara keseluruhan pengeluaran pemerintah dapat di kelompokkan kedalam:1.Pengeluaran rutinMeliputi: Belanja negara, Belanja barang subsidi daerah otonom,bungan dan cicilan pengeluaran lain.2.Pengeluaran pembangunanMeliputi: Sektor pertanian dn pengairan, Industri dan pertambangan,tenaga listrik dan lain – lain.
v      LINGKUNGAN HUKUM
a. Hukum PublikHukum public mengatur masalah – masalah yang menyangkutkepentingan dan kamanan hokum. Aturan – aturan hukum yang dapatdi masukkan sebagai hukum public ini antara lain: hukum tata negara,hukum tata usaha dan hukum pidana.
b. Hukum PrivatAdalah hukum yang mengatur tentang hal – hal yang berhubungandengan kepentingan seseorang di kelompok – kelompok masyarakat. Yang termasuk dalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukumdagang.
v       LINGKUNGAN PEMERINTAH
Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah berkembang dari usaha– usaha untuk menggali dan menggunakan sumber – sumber ekonomi, yangdi tujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat. Hubunganini menimbulkan berbagai macam kelompok kegiatan usaha dan akanberpengaruh terhadap perubahan sumber – sumber yang harus di gunakan.Contohnya suatu system perekonomian yang bebas akan membantupenggunaan sumber – sumber secara optimal, pemerintah telah banyakmembantu kegiatan usaha dalam berbagai bentuk, antara lain: perlindunganterhadap kekayaan dan hak paten serta pengadaan kontrak – kontrak. Pemerintah terhadap kegiatan usaha Keuntungan – keuntungan ekonomi juga merupakan alasan bagi pemerintah untuk memberikan bantuan, disamping alasan keamanan dan alasan –alasan lain. Pemerintah juga membantu perusahaan – perusahaan kecil ataulemah merupakan unit usaha yang paling penting untuk menampung tenagakerja dan dapat memberikan harga yang lebih rendah kepada konsumen.Bantuan semacam ini sering di sebut Subsidi.a.Bantuan di bidang transfortasiHampir di setiap sektor pengangkutan, pemerintah banyak memegangperanan. Pada sector perkereta apian , misalnya sepenuhnya di kuasaipemerintah di atur oleh perusahaan Jawatan Kereta Api ( PJKA ).b.Bantuan pada perusahaan – perusahaan kecilBantuan pada perusahaan – perusahaan kecil dapat di golongkan kedalam tiga golongan yaitu:- Bantuan FinancialDiberikan kepada pengusaha kecil, lebih di kenal dengan sebutangolongan ekonomi lemah.
-   Bantuan Pemberian KontrakBerupa jasa maupun pembelian hasil produksi, secara langsungdapat mendorong kegiatan pemasarannya.
-  Bantuan Teknik dan ManagementUmumnya di berikan pada koperasi – koperasi dengan tujuanmeningkatkan usaha – usaha para anggota koperasi bersama – samadan merata.a.Bantuan di bidang komunikasiBidang komunikasi yang meliputi kegiatan – kegiatan siaran radio,televisi, telepon dan sabagainya. Hampir seluruhnya di kuasai dandiatur oleh pemerintah.
v      LINGKUNGAN INTERNASIONAL
Lingkungan internasional merupakan suatu konsep keseluruhan yang luasmengikuti kegiatan dan masalah perekonomian dunia. Kegiatan industrinyamengalami surut karena kekurangan minyak, beberapa negara maju sepertiAmerika, Jepang memegang peranan penting dalam perekonomian dunia.
v   Perusahaan – perusahaan multinasional ( Multinational Corporation ) Perusahaan – perusahaan mulitinasional beraal dari negara – negara Eropa,Amerika dan Jepang. Pasar yang di kuasainya meliputi beberapa negaraselain negaranya sendiri.Masing – masing nugara bebas memasarkan hasil produksinya ke negaraanggota yang lain, tariff yang di kenakannya setiap negara PBE barang –barang yang berasal dari negara lain sama besarnya. Sedangkan tarif barang– barang dari negara anggota di tentukan lebih rendah.
v Kegiatan – kegiatn Mulitinasional, Perusahaan – perusahaan multinasional bertujuan memasarkan barang hasilproduksinya tidak hanya kesatu negara saja., tetapi juga ke negara – negaralain.Perusahaan – perusahaan multinasional beroperasi di suatu negara untukmengembangkan pasarnya secara ekonomis dan berusaha memanfaatkankeadaan politik yang menguntungkan. 

V.   Pendekatan dalam melihat bisnis dan lingkungan
Lingkungan bisnis secara garis besar akan dibagi tiga kelompok yaitu ;
1.  lingkungan makro yang situasi dan kondisinya baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kinerja perusahaaan,
2.     lingkungan persaingan bisnis yang situasi dan kondisinya lebih dekat daripada perusahaan lingkungan makro karena persaingan lebih jelas berada pada perusahaan dalam industri yang sejenis,
3.     lingkungan internal yang sifatnya berada di dalam perusahaan.

v       Analisis Lingkungan Makro
Merupakan situasi dan kondisi yang berada di luar perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kinerja perusahaan. Lingkungan ini meliputi :
1.     Pertimbangan Ekonomi
2.     Pertimbangan Politik
3.     Pertimbangan Sosial
4.     Pertimbangan Teknologi
v     Analisis Lingkungan Industri
Dalam menganalisis strategi bisnis, aspek persaingan industri dimana bisnis perusahaan menjadi hal penting. Akibatnya, factor-faktor yang mempengaruhi kondisi persainagan, seperti ancaman pada perusahaan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi perlu untuk dianalisis. Michael E. Porter mengemukakan konsep competitive strategy yang menganalisis bisnis berdasarkan lima variabel utama yang disebut Lima Kekuatan Bersaing. R.E. Freeman merekomendasikan variabel yang keenam untuk melengkapinya. Enam variabel itu meliputi :
1.     Ancaman masuknya pendatang baru
2.     Persaingan sesama perusahaan dalam industi
3.     Ancaman dari produk atau servis pengganti
4.     Kekuatan tawar-menawar pembeli
5.     Kekuatan tawar-menawar pemasok
6.     Pengaruh kekuatan Stakeholder lainnya
v     Analisis Lingkungan Internal
Salah satu instrument analisis untuk menganalisis factor-faktor internal perusahaan adalah Analisis SWOT. Analisis ini menunjukkan kekuatan dan kelemahan serta peluang yang hendaknya dimanfaatkan perusahaan jika tidak dilakukan maka ia dapat berubah menjadi ancaman bilamana pesaing memanfaatkannya. Ada dua pendekatan yang dapat dipakai dalam mengidentifikasi dan menilai faktor-faktor internal perusahaan, yaitu dengan pendekatan Fungsionaldan Rantai Nilai (Value Chains).
1. Pendekatan Fungsional, Pendekatan ini pengkategorian analisis internal biasanya diarahkan kepada posisi pasar, kondisi keuangan dan akunting, produksi, sumber daya manusia, dan struktur organisasi serta manajemen.
2. Pendekatan Unit Keunggulan Bersaing, Dalam menjalankan analisis dengan pendekatan ini, aktivitas perusahaan hendaknya dibagi atas empat jenis, yaitu :
1.     Aktivitas pembentuk unit keunggulan bersaing
2.     Aktivitas penunjang pembentukan nilai tambah
3.     Aktivitas penunjang utama
4.     Aktivitas yang tidak esensial
5.     Pendekatan PIMS (Profit Impact of Marketing Strategy)
Pendekatan ini menggunakan model regresi untuk mencari tahu secara empiris factor-faktor strategis apa saja yang mempengaruhi secara signifikan pada :
-          Besarnya ROI (Return on Investment)
-          Kelancaran dan besar aliran kas masuk
Besarnya ROI serta kelancaran dan besar kas masuk akan mempengaruhi kekuatan dan kelemahan perusahaan melalui :
-          Intensitas investasi
-          Pangsa pasar
-          Pertumbuhan pasar
-          Daur hidup produk
-          Rasio biaya pemasaran
-          Nilai penjualan

v       Pendekatan Rantai Nilai (Value Chains)
Pendekatan ini didasarkan pada serangkaian kegiatan yang berurutan dari sekumpulan aktivitas nilai (value activities) yang dilaksanakan untuk mendesain, memasarkan, mengirimkan, serta mendukung produk dan jasa mereka pada satu SBU atau perusahaan yang terdiri dari satu SBU saja. Rantai nilai yang dikembangkan oleh Porter ini menganalisis aktivitas nilai secara rinci dan memberikan analisis mengenai bagaimana suatu perusahaan melaksanakan aktivitasnya, bagaimana aktivitas-aktivitas itu berinterkasi dan mengapa aktivitas-aktivitas itu penting. Keseluruhan aktivitas di bagi ke dalam dua kategori, yaitu :
-          Aktivitas penunjang
-          Aktivitas pokok

VI.        Refrensi
-          Sumber :  Google Books Pengantar Bisnis Oleh M. Fuad, dkk 
-          http://bit.ly/nTMGbm
- http://training-course-silabus.blogspot.com/2011/01/daftar-perusahaan-tambang-di-indonesia.html
-          http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/analisis-lingkungan-bisnis-2/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar