Senin, 21 Oktober 2013

KARANGAN ILMIAH, NON ILMIAH, DAN SEMI ILMIAH


Karangan adalah kegiatan menulis usulan-usulan yang benar berupa pernyataan-pernyataan tentang fakta, kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari fakta dan merupakan pengetahuan. Ada beberapa jenis karangan diantaranya adalah ilmiah, non ilmiah, dan semi ilmiah/populer. 

I.                    Penjelasan Karangan Non Ilmiah
Karya Non-Ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, tidak didukung dengan fakta umum, biasanya menggunakan gaya bahasa yang populer (tidak formal), dan bersifat subjektif.
Dibawah ini merupakan ciri-ciri karangan yang berjenis Non Ilmiah, antara lain:
-          Emotif karangan ini menonjolkan sifat kemewahan yang lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
-          Deskriptif, karangan ini menunjukkan penjelasan yang bersifat aktual terhadap perkembangan diri pribadi sehari-hari dengan disertai alur kehidupan yang jelas.
-          Persuasi, terdapat suatu penilaian fakta tanpa bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informatif.
Lebih mendapatkan sumber dari pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif. Saat ini terdapat beberapa contoh mengenai karangan ilmiah yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut:
1.       Novel, sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif. Biasanya dalam bentuk cerita.
2.       Drama adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.
3.       Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
4.       Cerpen adalah suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
5.       Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.

II.                  Penjelasan Karangan Ilmiah
Karya Ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban kebenaran yang logis dan sistematis tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Biasanya tulisan ilmiah mengangkat tema seputar hal-hal yang bersifat aktual dan belum pernah ditulis orang lain. Adapun secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah yang diuraikan sebagai berikut:
a.       Objektif, keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Kemudian, pernyataan dan simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapapun dapat mengecek (memvertfikasi) kebenaran dan keabsahannya.
b.      Netral, hal ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Pernyataan yang  bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
c.       Sistematis, uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca dengan mudahnya mengikuti alur uraiannya.
d.      Logis, Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif, sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
e.      Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan), Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Atau pernyataan yang emosional, menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih, dll. Hendaknya dihindarkan.
f.        Tidak Pleonastis, maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan (efektif). Kata-katanya singkat, padat, dan jelas.
g.       Bahasa yang digunakan adalah ragam formal bahasa yang digunakan dalam karangan ini bersifat formal dan sesuai dengan EYD.
Adapun Karangan saat ini yang dapat digolongkan menjadi karangan ilmiah antara lain.
-          Makalah
-          Laporan
-          Penelitian Ilmiah
-          Skripsi
-          Tesis
-          Disertasi

III.                Penjelasan Karangan Semi Ilmiah
Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiinformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.

IV.                Kesimpulan Perbedaan karangan Ilmiah dengan Karangan Non Ilmiah, Istilah karya ilmiah dan non ilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penanaman tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun non ilmiah/fiksi dan non fiksi atau apa pun namanya, kedua-duanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
a.       Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif)
b.      Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis
c.       Dala pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah

V.                  Kesimpulan Perbedaan Karangan Ilmiah dengan Karangan Semi Ilmiah, Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi.
Ciri-ciri ragam resmi yaitu:
-          Menerapkan kesantunan ejaan (EYD)
-          Kesantunan Diksi
-          Kesantunan Kalimat
-          Kesantunan Paragraf
-          Menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita
-          Memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan populer
-          Menggunakan makna denotasi, bukan konotasi
-          Menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan
-          Mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah
a.       Bagian awal karangan (preliminaries),
b.      Bagian isi (main body)
c.       Dan bagian akhir karangan ilmiah (refrence matter)
Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semi ilmiah/ilmiah populer dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang namun atau populer yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.

VI.                Refrensi
-          Jonathan Sarwono.2010.Pintar Menulis Karangan Ilmiah.Yogyakarta: Andi Offset.
-          http://wikipedia.org/wiki.
-          Egar.http://achmadfaroby.blogspot.com/2011/03/perbedaan-karangan-ilmiah-semiilmiah.html
-          HamdaniMulya.http://www.scribd.com/doc/48880445/Pengertian-Karya-Ilmiah.
-          http://uzi-online.blogspot.com/2012/03/perbedaan-karangan-ilmiah-non-ilmiah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar