Loading...

Selasa, 31 Maret 2015

AKUNTANSI INTERNASIONAL RANGKUMAN BAB I, II, III

Nama Kelompok              : 1. Aviel Daning Avreza (21211306)
                                            2. Baskoro Arif Rahman
Kelas                                : 4EB06
Mata Kuliah                     : Akuntansi Internasional

A.        Ringkasan BAB I PENDAHULUAN
1.       Pendahuluan
Akuntansi Internasional adalah hal yang membuat pelajaran ini berbeda, bahwa entitas yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (Multinational Company-MNC) dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas-batas negara, atau suatu entitas dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna yang berlokasi di negara selain negara entitas pelaporan.
Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas yaitu:
a.       Pengukuran adalah proses mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi.
b.      Pengungkapan adalah proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. Bidang ini memusatkan seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan cara apa, dan kepada siapa.
c.       dan Pemeriksaan adalah proses dimana kalangan profesional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi. Dalam hal ini Auditor Internal kepada manajemen, sedangkan Auditor Eksternal adalah pihak yang bukan bertanggung jawab untuk melakukan atestasi bahwa laporan keuangan perusahaan disusun menurut standar akuntansi yang berlaku umum.
2.       Sudut Pandang Sejarah
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional
a.       Abad ke-14 dan 15, sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookeeping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi seperti yang kita ketahui hari ini, berawal dari negara-negara kota Italia. Pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. “Pembukuan ala Italia” kemudian beralih ke Jerman pada zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Para filsuf di Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di Perancis menemukan keuntungan dalam penerapan sistem perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
b.      Tahun 1850-an s.d 1870-an, Gagasan mengenai akuntansi mencapai ke kepulauan Inggris, kebutuhan-kebutuhan yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris. Praktik akuntansi Inggris menyebar luas tidak hanya di seluruh Amerika Utara, tetapi juga di seluruh wilayah Persemakmuran Inggris yang ada.
c.       Abad ke-20, seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul juga secara bersamaan. Sekolah-sekolah bisnis membantu merumuskan masalah-masalah menjadi disiplin ilmu akdemik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas.
d.      Pasca Perang Dunia II, Pengaruh akuntansi makin terasa pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang, pada tingkatan yang agak kurang, faktor yang sama juga dapat terlihat di negara-negara sperti Brasil, Israel, Meksiko, Filipina, Swedia, dan Taiwan.
3.       Sudut Pandang Kontemporer
Penyajian informasi terpilih atas perubahan dalam kebijakan sektor keuangan pada beberapa negara maju dan berkembang selama kurun waktu tiga dasa warsa terakhir, dan menggambarkan usaha-usaha pemerintah nasional untuk membuka perekonomian terhadap perusahaan swasta, investor, dan bisnis internasional. Hubungan informasi , secara global dan seketika memberi makna bahwa produksi, termasuk jasa akuntansi, makin dialihkontrakkan (Outsourced) kepada siapa saja dengan ukuran apa pun, dimana saja di dunia yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbal-balik yang menjadi karakter hubungan perusahaan dengan pemasok, perantara, dan pelanggan mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan dan pelanggan dari pelanggan. Ilustrasi sederhana mengenai kontemporer alih kontrak, dalam memproduksi ProLiant ML 150, sebuah kotak kecil yang dapat menolong perusahaan, antara lain dalam mengelola basis data pelanggan dan menjalankan sistem e-mail, diantara hal lain, Hawlett-Packard (H-P) beralih ke sumber-sumber tenaga kerja murah yang sudah umum yaitu Cina dan India atau juga di Indonesia sistem Ousourced sudah diterapkan sejak masa kepresidenan Megawati.
4.       Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Multinasional
Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan, atau aliansi strategis. Saat terlihat jelas adanya bias dari negara-negara maju terhadap investasi asing, secara langsung arus investasi asing meledak ke negara-negara berkembang sejak awal tahun 1990-an sehingga menunjukkan bahwa MNC makin meyadari bahwa negara-negara tuan rumah ini (host countries) menjadi lokasi investasi yang menarik. Pada tingkat perusahaan, aktivitas investasi langsung terlihat dengan adanya pengungkapan segmen perusahaan dan daftar kepemilikan saham pada perusahaan afiliasi.
Beberapa perusahan tumbuh menjadi perusahaan multinasional diantaranya :
a.       Perusahaan Heineken, AS. Pembuat Bir secara internasional dan juga menyediakan jasa keahlian bagi klien-kliennya lebih dari 100 negara.
b.      Perusahaan Grup Volvo, Swedia. Konsentrat pada produk-produk otomotif maupun jasa keuangan di kurang lebih 185 negara.
c.       Perusahaan AZKO Nobel, Belanda. Berkonsentrasi dalam produk perawatan kesehatan, pelapisan (coatings), dan bahan-bahan kimia.
Operasi yang dilaksanakan di luar negeri membuat manajer keuangan dan akuntan menghadapi risiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan di dalam wilayah satu negara. Contoh perusahaan Nestle, yang sudah menjadi MNC bagaimana melaporkan hasil operasinya, baik domestik, dan internasional, terhadap seluruh investor Swiss? Ada beberapa ketentuan yang perlu disesuaikan untuk perusahaan MNC, diantaranya:
a.       Setiap afiliasi harus menyiapkan akun-akunnya yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di suatu negara domisili perusahaan untuk memenuhi ketentuan hukum dan perpajakan.
b.      Penyajian atas laporan konsolidasi, disajikan ulang seluruh akun-akun luar negerinya menjadi sesuai dengan kerangka konseptual pelaporan induk perusahaan sebelum dilakukan konsolidasi.
c.       Pernyataan standar laporan keuangan konsolidasian harus sesuai dengan IFRS (International Financial Reporting Standard) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standard Board) dan juga sesuai dengan laporan keuangan internasional atau IFRIC (International Financial Reporting Ontepretation Committee).
d.      Jika terjadi inflasi pada kondisi suatu negara, metodologi konsolidasi yang dianutnya memerlukan adanya penyesuaian atas laporan akuntansi inflasi ini untuk dikembalikan kepada biaya historis sebelum dilakukan konsolidasi.
e.      Perlakuan terhadap akuntansi untuk keuntungan dan kerugian kurs seperti ini tidaklah seragam di seluruh dunia. Kurs nilai tukar yang digunakan untuk mengkonversi atas akun-akun luar negeri dalam satu mata uang pelaporan menyebabkan adanya keuntungan dan kerugian akibat nilai tukar kurs. Jarang sekali yang nilainya konstan.
5.       Inovasi Keuangan
Kerentanan dalam harga komoditas, valuta asing, kredit, dan ekuitas menjadi hal yang biasa dewasa ini. Perputaran naik turunnya harga ini tidak serta merta langsung berdampak pada proses pelaporan internal, tetapi juga menghadapkan perusahaan pada risiko menderita kerugian ekonomis. Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat memungkinkan perusahaan dapat mempertinggi nilai perusahaan dengan mengatur manajemen risikonya. Investor dan pemegang saham perusahaan lainnya mengharapkan manajer keuangan untuk mengidentifikasikan dan secara aktif mengelola eksposur tersebut.

6.       Kompetisi Global
Faktor lain yang turut menyumbangkan makin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai, bukanlah hal yang baru. Hal yang baru adalah standar perbandingan yang kini melampaui batas-batas nasional. Dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan. Alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah ROE (Return on Equity).
7.       Merger dan Akuisisi Lintas Batas Negara
a.       Merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Faktor-faktor dalam penilaian perusahaan biasanya berbasi harga seperti rasio harga atas laba (P/E).
b.      Akuisisi ketika sedang memberikan tawaran atas target akuisisi asing adalah sejauh apa faktor E (laba-Earnings) dalam ukuran P/E ini merupakan refleksi sesungguhnya dari variabel yang sedang diukur bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi. Sebagai contoh jika perusahaan A di Negara A diperbolehkan untuk menempatkan muhibah (goodwill) yang dibeli langsung sebagai cadangan, sedangkan Perusahaan B di Negara B harus mengamortisasikan goodwill yang dibeli ke dalam laba, maka perusahaan A mungkin akan memperoleh keunggulan penawaran bila dibandingkan perusahaan B ketika sedang mencoba mengakuisisi suatu target perusahaan. Perusahaan A dapat menawarkan harga pembelian yang lebih tinggi, hal ini karena Perusahaan A tidak mengurangi pendapatannya dari kelebihan premium yang dibayarkan.
8.       Internasionalisasi Pasar Modal
Faktor-faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Data statistik memperlihatkan bahwa dalam arus modal lintas batas negara telah melonjak naik menjadi lebih dari dua puluh kali lipat sejak tahun 1990. Beberapa peningkatan terlihat dari beberapa sektor, diantaranya :
a.       Nilai penawaran sekuritas internasional telah melonjak lebih dari empat kali lipat dalam periode yang sama, dan saat ni telah melampaui nilai lebih dari 1,5 triliun dolar.
b.      Obligasi (surat utang), pinjaman modal perusahaan, dan prasarana utang lainnya, semua ini melonjak naik sejak tahun 1990.
c.       Bank investasi Russel, Greenwich Associates, Morgan Stanley, Merrill Lynch, dan Grail Partners, semuanya telah memperkirakan bahwa investasi perlindungan dan retail secara mendunia akan mengalami kenaikan hingga 2,5 triliun dolar pada tahun 2010.
d.      Peningkatan jumlah perusahaan yang terdaftar pada berbagai bursa efek di seluruh dunia. Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya merger dan akuisisi yang telah ikut berperan dalam merampingkan beberapa entitas perusahaan yang terdaftar.
Kabar dunia internasional dari beberapa wilayah yang menjadi perkembangan signifikan dari dunia pasar modal. Tiga wilayah dengan pasar modal terbesar adalah wilayah benua Amerika, Asia-Pasfik, dan Eropa, termasuk juga di dalamnya Afrika dan Timur Tengah. Sejak peristiwa tragis 9 September, pasar modal di seluruh tiga wilayah tersebut telah berkembang secara signifikan. Dalam konteks kapitalisasi pasar modal domestik, wilayah Amerika telah mengalami peningkatan tahunan keseluruhan dengan kisaran 13%, melonjak dari 11.931 triliun dolar di tahun 2002 hingga 19.458 triliun dolar pada 2005, Eropa 17,2% meningkat dari $6.465 triliun hingga $12.206 triliun, dan Asia-Pasifik meroket 20%, naik dari $4.437 triliun hingga $9.310 triliun.
9.       Pencatatan dan Penerbitan Saham Lintas Batas Negara
Regulator nasional dan bursa efek sangat berkompetisi dalam pencatatan saham asing dan volume perdagangan, yang merupakan hal penting bagi bursa efek yang berkeinginan untuk menjadi atau mempertahankan posisi sebagai pemimpin global. Sebagai respons, bursa efek dan regulator pasar Eropa telah bekerja untuk membuat akses masuk yang lebih cepat dan lebih murah bagi para perusahaan asing penerbit saham dan pada saat yang bersamaan meningkatkan kredibilitas mereka. Oleh karena itu, setiap pasar menawarkan manfaat unik untuk para penerbit asing.

B.        RINGKASAN BAB II PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI
Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi nasional juga membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar-bangsa. 8 faktor berikut ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan akuntansi.
1.      Perkembangan
a.       Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi nasional juga membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar-bangsa.
b.      8 faktor berikut ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan akuntansi.
1.      Sumber Pendanaan, di negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberappa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan risiko terkait.
2.      Sitem Hukum, sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
3.      Perpajakan, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam keperluan pajak.
4.      Ikatan Politik dan Ekonomi, ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan, dan kekuatan sejenis.
5.      Inflasi, negara-negara dengan inflasi tinggi sering kali menuntut perusahaan-perusahaan melakukan berbagai perubahan harga kedalam perhitungan keuangan mereka.
6.      Tingkat Perkembangan Ekonomi, Faktor ini mempengaruhi jenis transkasi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7.      Tingkat Pendidikan, standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan.
Beberapa dari 7 variabel pertama ini sangat berhubungan satu sama dengan lainnya : Inggris, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Memiliki pasar modal yang sangat maju, yang mendominasi orientasi pelaporan keuangan di negara-negara tersebut. Akuntansi keuangan dan pajak bersifat terpisah. Aturan akuntansi disana pada umumnya sesuai dnegan hukum pajak.
1.       Budaya, disini berarti budaya berarti nilai-nilai dab prilaku yang di bagi oleh suatu masyarakat. Hofstede mendasari 4 dimensi budaya nasional (nilai sosial) :
2.       Individualisme (versus kolektivisme) merupakan kecenderungan terhadap suatu tatanan sosial yang tersusun longgar dibandingkan terhadap tatanan yang tersusun ketat dan saling ketergantungan (saya versus kita).
3.       Jarak kekuasaan adalah sejauh mana hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan organisasi secara tidak adil dan diterima.
4.       Pengindaran ketidakpastian adalah sejauh mana masyarakat tidak merasa nyaman dengan ambiguitas dan suatu masa depan yang tidak pasti.
5.       Maskulinitas (versus feminitas) adalah sejauh mana peran gender dibedakan serta kinerja dan pencapaian yang dapat dilihat (nilai-nilai maskluin yang tradisonal) ditekankan daripada hubungan dan pengertian ( nilai-nilai feminin yang btradisional).

Hofstede, Gray mengusulkan 4 dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu :
a.       Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian
Prefensi terhadap pertimbangan profesioanal yang independen merupakan hal yang konsisten dengan prefensi atas karangka sosial yang terkait kepercayaan dalam bermain secara adil, dan aturan sedikit mungkin dimana pertimbangan profesional yang berbeda-beda cenderung lebih mudah untuk ditoleransi.
b.      Keseragaman versus fleksibilitas
Prefensi terhadap keseragaman bersifat konsisten dengan preferensi terhadap penghindaran ketidakpastian kuat yang menimbulkan perhatian terhadap hukum dan aturan dan kode etik yang kaku, kebutuhan terhadap aturan dan regulasi tertulis, penghprmatan terhadap kekuaian dan pencarian kebenaran dan nilai yang absolu dan utama.



c.       Konservatisme versus optimisme
Suatu preferensi dalam memilih pendekataan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala ketidakpastian dimasa depan, dari pada memilih pendekataan yang sekedar optimis namun beresiko.
d.      Kerahasiaan versus transparasi
Preferensi terhadap kerahasian merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastian yang kuat dan timbul dari kebutuhan untuk membatasi pengungkapan informasi dengan maksud untuk menghindari terjadinya konflik dan kompetisi dan untuk mempertahankan keamanan.

2.      Klasifikasi
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua kategori yaitu dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
a.       Empat pendekatan terhadap Pendekatan Akuntansi
Muller tahun 1990-an mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.
1.      Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan bisnis mengoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Akuntansi di Swedia berkembang dari prendekatan makroekonomi.
2.      Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Perusahan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki. Akuntansi di Belanda berkembang mikroekonomi.
3.      Berdasarkan pendekatan disiplin independen, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc,  akuntansi dianggap sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan. Akuntansi berkembang dengan cara yang sama dalam praktiknya.
4.      Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi disentralisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali admininstratif oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan dan penyajian akan memudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Pendekatan seragam digunakan dinegara-negara dalam keterlibatan pemerintah besar dalam perencanaan ekonomi dimana akuntansi digunakan antara lain untuk mengukur kinerja, mengalokasikan sumber daya, mengumpulkan pajak, dan mengendalikan harga. Prancis, dengan bagan akuntansi nasional yang seragam.

Sistem Hukum : Akuntansi Hukum Umum versus Kodifikasi Hukum
a.      Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “ penyajian wajar”, transparasi dan pengungkapan penuh dan pemisah antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi hukum umum berawal dari Inggris dan kemudian diekspor ke negara-negara seperti Australia, Kanada, Hung Kong, India, Malaysia, Pakistan, dan Amerika Serikat.
b.      Akuntansi dalam negara-negara yang menganut kodifikasi hukum emmiliki karekteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi kodifikasi hukum disebut “kontinental”, “legalistik” atau “seragam secara makro”. Ini ditemukan di kebanyakan negara-negara Eroppa kontinental dan bekas koloni mereka di Afrika , Asia dan Amerika. Suatu sistem legal dalam hukum umum menekankan hak pemegang saham dan menawarkan perlindungan yang lebih kuat kepada investor daripada sistem kodifikasi hukum. Hukum melindungi investor luar dan secara hukum sangat ditegakkan. Perusahaan-perusahaan di negara hukum memperoleh modal dalam jumlah yang besar melalui penawaran publik saham kepada sejumlah investor, dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan di negara yang menganut kodifikasi hukuum.
Sistem Praktik : Akuntansi Penyajian Wajar versus Kepatuhan Hukum
Banyak perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang beberapa alsan semakin menghilangnya perbedaan akuntansi pada tingkat nasional.
a.       Pentingnya pasar saham sebagai sumber keuangan terasa semakin berkembang diseluruh dunia. Penyamaan standar laporan keuangan dalam tingkat global akan mengurangi juga biaya yang harus dikeluarkan perusaan modal yang dibutuhkan untuk pengeluaran juga dapat berkurang. Penyatuan pasar modal dunia dapat juga dikatakan sebagai alasan terpenting yang menjadikan Dewan Standar Akuntansi Internasional memainkan peran utama dalam menetapkan standar keuangan di negara-negara seperti Australia, Jepang, Eropa, Singapura, Afrika Selatan, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Perkembangan pasar saham merupakan perioritas utama negara itu antara lain Republik Ceko dan Cina.
b.      Pelaporan keuangan ganda kini menjadi hal yang umum. Satu set laporan sesuai dengan ketentuan pelaporan keuangan domestik lokal, sedangkan yang satu lagi menggunakan prinsip akuntansi dan berisi pengakuan yang ditunjukan kepada investor internasional. Uni Eropa seperti Prancis dan Jerman, tidak mengizinkan adanya laporan ganda bagi perusahaan-perusahaan tertentu yang menerapkan laporan keuangan dengan standar hukum nasional, namun pada aset yang bersamaan juga menerapkan laporan keuangan dengan standar IFRS ( International Financial Reporting Standard ).
c.       Bebrapa negara yang menganut kodifikasi hukum, secara khusus Jerman dan Jepang mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sektor swasta yang prefesional dan independen.
Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap permasalahan akuntansi, seperti :
1.      Depresiasi
2.      Sewa
3.      Pensiun
IFRS juga ditunjukan pada penyajian wajar. IFRS releven bagi perusahaan-perusahaan yang mengandalkan pasar modal internasional untuk memperoleh pendanaan. Akuntansi penyajian wajar ditemukan di Inggris, Amerika Serikat, Belanda akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenakan pemerintah.
C.        RINGKASAN BAB III AKUNTANSI KOMPARATIF: EROPA
Beberapa Pengamatan Tentang Standar dan Praktik Akuntansi
1.       Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan (sering kali termasuk hukum dan anggaran dasar) yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Susunan standar merupakan proses perumusan standar akuntansi. Ada 3 alasan penyimpangan dari apa yang diharuskan standar, seperti :
a.       Dibanyak negara hukuman untuk kegagalan dalam pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif.
b.      Perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan.
c.       Beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluar dari jalur standar akuntansi juga hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit, dan tidak selalu bergerak dalam gerakan satu arah. Dalam beberapa kasus, praktik diambil dari standar. Di kasus lain standar diambil dari praktik-praktik dan bisa dipengaruhi oleh tekanan pasar, seperti tekanan tekanan yang berhubungan dengan persaingan pendapatan dalam pasar modal. Perusahaan-perusahaan yang bersaing bisa begitu saja memberikan informasi di luar apa yang diharuskan sebagai tanggapan terhadap permintaan informasi oleh investor dan yang lainya.
2.      IFRS Dalam Uni Eropa
Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resi untuk mengikutu IFRS, dimulai pada tahun 2005.
3.      Laporan Keuangan
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui) dan catatan penjelasan. IFRS bisa dikesampingkan hanya dalam keadaan yang sangat jarang untuk mencapai klewajaran penyajian. Ketika IFRS dikesampingkan, pengaruh alam, pertimbangan dan keuangan awal dari IFRS harus diungkapkan.
4.      Patokan Akuntansi
Dalam IFRS, semua kombinasi bisnis dianggap sebagai pembelanjaan. Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional.
a.       Jika entitas asing memiliki mata uang fungsional yang berbeda dari mata uang dalam laporan perusahaan induk, maka laporan keuangannya akan ditranslasikan dengan menggunakan metode tarif yang ada dengan penyesuaian hasil translasi yang dicakup dalam ekuitas pemegang saham.
b.      Jika entitas asing memiliki mata uang funsional yang sama dengan mata uang laporan perusahaan induk, laporan keuangan ditranslasikan sebagai beriku
-          Tingkat akhir tahun untuk artikel moneter
-          Tingkat bursa berdasarkan tanggal transaksi untuk artikel non-moneter yang diterima pada nilai perolehan
-          Tingkat bursa berdasarkan tanggal penilaian untuk artikel non-moneter yang diterima pada nilai wajar. Penyesuaian translasi dimasukkan dalam pendapatan periode yang sedang berjalan
c.       Jika entitas asing memiliki mata uang fungsional dari sebuah ekonomi dengan inflasi yang sangat tinggi, laporan keuangannya pertama kali diulangi untuk efek inflasi, selanjutnya ditranslasikan dengan menggunakan motode tarif yang telah dijelaskan sebelumnya.
5.      Sistem Akuntansi Keuangan Lima Negara
A.     Prancis
Prancis merupakan penyokong utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional, persyaratan Seventh Directive Uni Eropa pada laporan keuangan gabungan yang sudah direvisi pada tahun 1999. Plan Comptable General berisi :
-          Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan
-          Definisi aset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan dan pengeluaran
-          Aturan-aturan valuasi dan penagkuan
a.       Daftar akun, persyaratan penggunaannya dan persyaratan tata buku lainnya yang telah distandarisasi.
b.      Contoh laporan keuangan dan aturan presentasinya.
c.       Dasar utama untuk regulasi akuntansi di Prancis adalah Undang-undang Akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983, yang menjadikan Plan Comtable General suatu kewajiban bagi semua perusahaan.


d.      Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Perusahaan-perusahaan Prancis secara tradisional kurang bergantung pada pasar modal daripada sumber-sumber keuangan lainnya. Organisasi Prancis-AMF yang sepadan dengan Securities and Exchange AS memiliki pengaruh penting yang terbatas pada susunan standar akuntansi. AMF mengawasi maslah-masalah pasar yang baru dan operaasi pasar modal regional dan nasional. AMF memiliki otoritas untuk mengeluarkan aturan laporan  dan pengungkapan tambahan untuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar. AMF bebrtanggung jawab untuk melaksanakan pemenuhan persyaratan laporan oleh perusahaan-perusahaan Prancis yang terdaftar. Di Prancis profesi akuntansi dan audit telah lama terpisah. Akuntan dan auditor Prancis diwakili oleh dua badan, OEC dan CNCC.
e.       Laporan Keuanagan
Perusahaan Prancis harus melaporkan hal-hal berikut :
-          Neraca
-          Laporan laba rugi
-          Catatan atas laporan keuangan
-          Laporan direktur
-          Laporan auditor.
Undang-undang Prancis juga berisi ketentuan yang ditunjukan untuk mencegah kebangkrutan (atau mengurangi akibatnya). Maka, perusahaan-perusahaan yang elbih besar mempersiapkan 4 dokumen: laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan atau laporan arus kas, alporan entitas laba rugi, dan sebuah rencana bisnis. Dokumen-dokumen ini tidak diaudit, tapi diperiksa oleh auditor.
f.       Patokan Akuntansi
Perusahaan-perusahaan Prancis yang terdaftar mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dan perusahaan-perusahaan yang tidak terdaftar juga mempunyai pilihan ini. Semua perusahaan Prancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat perusahaan pribadi.

B.     Jerman
Corporation Law tahun 1965 memindahkan sistem laporan keuangan Jerman ke arah pemikiran Inggris-Amerika (tapi hanya untuk perusahaan-perusahaan yang lebih besar). Dibutuhkan lebih banyak pengungkapan, penggabungan terbatas, dan laporan manajemen perusahaaan. Laporan manajemen dan persyaratan hukum melalui Corporate Publicity Law tahun 1969. Perintah Uni Eropa Keempat, Ketujuh dan Kedelapan semuanya memasuki undang-undang Jerman melalui Comprehensive Accounting Act pada tahun 19 Desember 1985. Legislasi ini sangat luar biasa karena :
1.      Menggabungkan semua persyaratan akuntansi, laporan keuangan, pengungkapan, dan audit Jerman kedalam satu undang-undang.
2.      Undang-undang tunggal ini ditetapkan menjadi buku ketiga dari German Commercial Code (HGB)
3.      Peraturan ini sebagian besar didasarkan pada konsep dan praktik Eropa.
Adanya duua undang-undang baru yang dikeluarkan pada tahun 1998.
a.       Menambahkan sebuah paragraf baru dalam buku ketiga German Commercial Code yang memungkinkan peusahaan untuk mengeluarkan ekuitas atau utang pada pasar modal resmi untuk menggunkan prinsip akuntansi internasional dalam laporan keuangan gabungan mereka.
b.      Memungkinkan adanya penetapan perusahaan  sektor swasta untuk menyusun standar akuntansi bagi laporan keuangan gabungan.
Jadi, akuntansi Jerman dirancang untuk menghitung jumlah pendapatan uang tepat yang bisa menjaga kreditor setelah adanya pembagian kepada pemilik.Karakteristik dasar ketiga dari akuntasi Jerman adalah ketergantungannya pada keputusan undang-undang dan pengendalian.
1.      Rugulasi dan Pelaksanaan Akuntans
Sebelum tahun 1998, jerman tidak memiliki fungsi penyusunan standar akuntansi keuangan, karena hanya dipahami oleh negara-negara yang berbahasa Inggris.GASC mengawasi German Accounting Standard Boards (GASB), yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi. Pertimbangan GASB yang mengikuti sejumlah proses dan pertemuan bersifat  terbuka. Ketika dikeluarkan, standarnya harus disetujui dan dipublikasikan oleh Mentri Kehakiman. Standar GASB merupakan rekomendasi otoriter yang hanya berlaku untuk laporan keuanagan gabunagn. GASB diciptakan untuk mengembangkan susunan standar jerman yangs esuai dengan standar akuntansi internasional. GASB telah mengeluarkan German Accounting Standard (GAS) pada masalah-masalah seperti laporan arus kas, laporan segmen, pajak-pajak  yang di tangguhkan dan transaksi mata uang asing. Pada tahun 2003 , GASB menerapkan sebuah strategi baru yang menjajarkan program kerjanya dengan upaya IASB untuk mencpai sebuah pemusatan standar akuntansi global.  Akuntan publik resmi di jerman disebut dengan wirtschaftsprufer (WPs).  Atau pepmeriksaan perusahaan. Semua WP secara hukum di wajibkan untuk bergabung dalam Chamber of Accountants resmi (wirtschaftspruferkammer).
2.      Laporan Keuangan
Undang-undang menetapkan isi dan format laporan keuangan, yang mencakup hal-hal berikut:
-          Neraca
-          Laporan laba rugi
-          Catatan
-          Laporan manajeman
3.      Laporan auditor
Perusahaan-perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan diperoleh untuk menyusun sebuah neraca singkat. Laporan laba rugi singkat juga memiliki persyaratan pengungkapan lebih sedikit. Sebuah keistimewah dari sistem laporan keuangan jerman adalah adanya laporan pribadi dari auditor kepada dewan direktir dan dewan pengawas perusahaan. Laporan ini mengomentari prospek masa depan perusahaan dan khususnya faktor-faktor yang bisa mengancam kelangsungannya.
4.      Pengukuran Akuntansi
Berdasarkan Commercial Code (HGS), metode pembelian (akuisi) merupakan metode penggabungan yang mendasar, tapi penyatuan kepentinagn ( pooling of interest) bisa di terima dalam keadaan tertentu. Ada dua bentuk metode pembelian yang mengizinkan metode niali-buku dan metode revaluasi ( biasanya berbeda dengan laporan kepentingan minoritas).
5.      Republik Ceko
Akuntansi di Republik Ceko telah berganti arah beberapa kali, seiring dnegan sejarah politik negaranya dengan pembangunan sebuah ekonomi sentral, praktik akunsi didasarkan pada contoh soviet. Setelah tahun 1989, Ceko bergerak cepat menuju ekonomi berorientasi pasar. Undang-undang perdagangan dan paraktik diubah menyesuaikn dengan standar Barat. Kendali harga di naikkan. Akuntansi di arahkan ke gaya barat, prinsip-prinsip ditanamkan dalam European Union Directivves. Pada tahun 1993, Prague Stock Exchange mulai resmi berjalan. Pada tahun 1995 Republik Ceko menjadi anggota pertama pasca komunis dalam Organazation for Ekonomic Coorporation and Development (OECD). Republik Ceko bergabung dengan NATO pada tahun 1999 dan Uni Eropa pada tahun 2004.
6.      Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas :
a.       Neraca
b.      Akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi)
c.       Catatan
Laporan keuangan gabungan diwajibkan untuk kelompok-kelompok yang memenuhi sedikitnya dua dari kreteria berikut :
-          Aset senilai CzK350 juta
-          Pendapatan sebesar CzK700 juta
-          250 pegawai
7.      Pengukuran Akuntansi
Metode akuisi ( pembelian ) digunakan untuk menghitung kombinasi bisnis ( penggabungan usaha ). Goodwill yang muncul dari kombinasi bisnis dimasukkan dalam tahun pertama penggabungan dikapitalisasi dan diamortisasikan selama tidak lebih dari 20 tahun.

C.     Belanda
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan sebuah negara hukum, namun akuntansinya diorientasikan ke arah kewajaran penyajian. Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas yang terpisah. Orientasi kewajaran dikembangkan tenpa adanya pengaruh kuat dari bursa saham. Akuntansi di Belanda dianggap sebagai sebuah cabang ekonomi bisnis.
1.      Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di belanda tetap bersifat liberal hingga muncul Act on Annual Financial Statement pada tahun 1970. Dutch Accounting Standar Board (DASB) mengeluarkan pedoman pada prinsip-prinsip akuntansi yang diterima (tidak diterima) scara umum. DASB merupakan organisasi swasta yang di danai oleh bantuan dari komunitas bisnis dan profesi audit. Aktivitasnya diatur oleh Foundation For Annual Reporting (FAR). DASB menggunakan sebuah kerangka kerja konseptual yang merupakan translasi dari kerangka kerja IASB. Audit emrupakan sebuah profesi dengan aturan sendiri di Belanda. Dewan pengaturnya adalah Netherlands Institute of Registeraccountants (NivRA). Di belanda ada dua jenis auditor : Registeraccountants (Ras atau anggota lembaga akuntansi ) dan akuntan administratif (AAs).
2.      Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang menurut undang-undang harus disimpan di Belanda, tapi Inggris, Prancis, dan Jerman juga bisa memakainya, laporan keuangan harus meliputi hal-hal berikut :
-          Neraca
-          Laporan laba rugi
-          Catatan
-          Laporan direktur
-          Informasi lain yang sudah ditentukan.
3.      Pengukuran Akuntansi
Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturab perhitungan ada fleksibilitas dalam penyertaan obligasi masa depan yang mungkin ada.

D.     Inggris
Akuntansi di Inggris berkembang sebagai sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespon terhadap kebutuhan dan pabrik bisnis. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi. Pemikiran akuntansi profesional dan praktiknya dikirimkan ke Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan semua bekas jajahan inggris termasuk Hong Kong, India, Selandia Baru, Nigeria, singapura dan Afrika Selatan.

1.      Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Dua sumber utama untuk standar akuntansi keuangan di Kerjaan Inggris adalah undang-undang perusahaan dan profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan-perusahaan yang tergantumg di Kerjaan Inggris secara luas diatur oleh undang-undang yang disebut undang-undang perusahaan. Undang-undang tersebut berisi aturan valuasi yang luas yang didalamnya akun bisa didasarkan pada harga perolehan atau biaya sekarang, susunan standar Inggris berkembang mulai dari rekomndasi pada prinsip-prinsip akuntansi (dikeluarkan oleh institute of Chartered Accountants in England and Wales) hingga pada bentuk Accounting Standar Stteering Commite pada tahun 1970, yang selanjutnya berganti nama menjadiAccounting Standar Commite (ASC). ASC meresmikan statement on standar Accounting Practice (SSSPs). SSAPs dikeluarkan dan dilaksanakan oleh enam dewan akuntansi, yang semuanya bisa memveto standar tersebut.SSAPs lebih bersifat rekomendasi daripada persyaratan wajib, dan hanya memiliki sedikit otoritas.
Dearing report, yang dikeluarkan pada tahun 1988, menyatakan ketidakpuasan dengan penyusunan standar yang ada. Undang-undang tahun 1989 membentuk sebuah Financial Reporting Council (FRC)dengan tugas mengawasi ketiga cabangnya : Accounting Standards Board (ASB), yang digantikan oleh ASC pada tahun 1990, sebuah Urgent Issue Task Fource (UITF), dan sebuah Financial Reporting Review Panel.
ASB di pandu oleh Statement of Principles for Financial Reporting, sebuah karangka kerja konseptual untuk menyusun standar akuntansi. ASB juga membentuk UITF untuk menanggapi maslah-masalah baru dan memberikan klarifikasi mengenai standar akuntansi dan regulasi lainnya ( disebut dengan UITF Abstacts).
2.      Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris merupakan yang paling komprehensif di dunia.
-          Laporan direktur
-          Akun laba dan rugi serta neraca
-          Laporan arus kas
-          Laporan keseluruhan laba dan rugi
-          Laporan kebijakan akuntansi
-          Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
-          Laporan auditor
Laporan direktur menyebutkan aktivitas pokok bisnis, tinjauan operasi dan perkembangan yang akan terjadi, kejadian penting pasca penyusunan neraca, deviden yang dianjurkan nama-nama direktur pemegang saham dan kontribusi politik serta sumbangan amal. Laporan keuangan group (gabungan) hanya diwajibkan untuk neraca perusahaan innduk. Keistimewahan lain laporan keuangan inggris adalah bahwa perusahaan-perusahaan kecil dan menengah dibebaskab dari banyaknya kewajiban laporan keuangan.






2 komentar: