Sabtu, 24 Maret 2012


LES

Tahukah kalian tentang LES? Apa itu LES? Come join us to find that!!!
      LES merupakan singkatan dari Lupus Eritomasus Sistemik, Lupus dalam bahasa latin yaitu “anjing hutan”, Eritomasus itu kemerahan, Sistemik itu penyebaran. Bila diartikan berdasarkan harfiahnya adalah bahwa Lupus adalah suatu penyakit yang sama dengan penyakit kanker, penyakit ini merupakan penyakit kelainan yang diefekkan melalui kulit dan tangan yang dimulai dengan kemerahan pada hidung dan pipi, panas dan rasa lelah yang berkepanjangan, rambut rontok, timbul sariawan yang memerah dan bibir pecah-pecah. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit tetapi, juga menyerang bagian organ dalam lainnya. Sekitar 5 juta mengalami penderita ini tidak ada yang terselamatkan, 100 ribu kasus terjadi setiap tahunnya. Gejala – gejala LES ini dapat menimbulkan dimana saja tanpa disadari bahkan dapat menyerang sistem kekebalan tubuh.
1.   Kulit akan terlihat kemerahan seperti gosong ketika terkena sinar matahari dan gangguan pencernaan.
2.     Anemia yang disebabkan sel-sel darah merah dihancurkan oleh penyakit Lupus ini.
3.     Rambut yang sering rontok dan rasa lelah berlebihan.
4. Pada pipi akan timbul ruam merah yang melebar seperti kupu – kupu. Terkadang bisa disebut butterfly rash. Ruam merah seperti cakram ini bisa timbul dibagian kulit mana saja. Jika pada seorang yang penderita anemia dan menimbulkan gejala-gejala seperti ini patut dicurigai bahwa orang ini juga menderita lupus.
Penyakit ini bersifat genetik dapat diturunkan, pada penyakit ini sebagian besar yang dideritanya adalah perempuan. 1-5 orang dari 10.000 juta orang terkena pada pria tetapi, 6-10 lebih dominan pada perempuan. Lebih tepatnya pada usia 15-40 sistem imunitas ini rentan pada penyakit lupus ini.
          Dr. Rahmat Gunadi dari Fakultas Kedokteran Unpad/RSHS. Menjelaskan bahwa penyakit ini adalah penyakit sistem imunitas yang apabila ada jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi ini dapat menyerang organ tubuh seperti otak, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, sistem pencernaan, lapisan pada paru-paru dan hati, maupun pembuluh darah, sel-sel darah, dan mata.
        Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan terhadap penyakit ini daripada orang kulit putih. Penyakit ini bisa diperkirakan karenanya infeksi, pemakaian obat-obatan pada pil KB dan stress, terkena paparan sinar matahari. Penyakit ini lebih produktif pada usia 50 tahun yang lebih dominan adalah wanita, diduga penyakit ini berhubungan oleh hormon estrogen.
        Uniknya penyakit ini ketika kita memiliki antibodi yang normal atau berlebihan maka bukannya kita kebal terhadap penyakit ini justru antibodi kita akan dihancurkan oleh lupus ini, sampai pada akhirnya melemahkan sistem imunitas tubuh. Bahkan orang sehatpun harus berhati-hati dalam menjaga imunitas tubuhnya, hal ini dikatakan unik karena antibodi tersebut diserang oleh jaringan yang dianggap benda asing kemudian menurunkan sel-sel darah merah dan berakibat terkena anemia. Pada ibu kehamilan harus berhati-hati menjaga kandungan tersebut, penyakit ini juga  rentan pada ibu hamil.
         Tampaknya untuk penyembuhan penyakit ini sulit seperti halnya penyakit kanker dan HIV yang belum ada obatnya, hal ini tim dokter hanya bisa menghambat penyakit ini dan menceggahnya agar tidak tersebar.

1 komentar: